Berbekal sepasang tangan, pisau bedah, dan stetoskop, “prajurit pelindung jiwa” mulai bekerja. Bukan untuk setumpuk uang atau sebuah kejayaan, mereka ada atas dasar kemanusiaan dengan tujuan yang sama, yakni meringankan penderitaan manusia yang terbelenggu oleh penyakit. ...........<< Baca Selengkapnya
Saat itu tahun 2006, dan lama-kelamaan penglihatan matanya makin berkurang. Maka ia pun lalu bilang ke kakaknya tentang kondisi matanya. Oleh kakaknya dibilang, ya udah nanti kita periksa. Satu hari, oleh kakak dan keponakannya mengajak Hioe Tjien-nyan berobat ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Di sana, oleh dokter ia dikatakan menderita katarak, dan jika ingin cepat sembuh harus lekas dioperasi............<< Baca Selengkapnya
Minggu pagi yang cerah tanggal 30 November 2008, jam 6.30 WIB, relawan He Qi Timur telah berkumpul di Sport Club Kelapa Gading, Jakarta Utara. Relawan dibagi dalam 3 tim besar untuk melaksanakan tugas Sosialisasi Door To Door Daur Ulang ke semua warga penghuni RW 06, Kelapa Gading Barat (belakang Sport Mall)............<< Baca Selengkapnya